Masih pada hari yang sama setelah berdiskusi intensif di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Rabu, 29 Juli 2026, langkah riset saya berlanjut ke Pendopo Studio. Jika sebagian besar kunjungan riset sebelumnya bermuara pada gim digital dan integrasi teknologi kecerdasan buatan (generative AI), perjumpaan dengan tim Pendopo Studio memberikan perspektif kesegaran tersendiri: eksplorasi mendalam pada media gim analog, board game, serta pengemasan narasi lokalitas yang otentik.
Studio kreatif yang bertempat di Yogyakarta ini menunjukkan fleksibilitas luar biasa dalam memadukan perancangan mekanisme gim dengan nilai-nilai edukasi dan budaya. Salah satu yang menarik perhatian dalam diskusi kami adalah bagaimana Pendopo Studio mengangkat tema-tema kearifan lokal—seperti dinamika kuliner tradisional hingga filosofi tumpengan—ke dalam bentuk gim papan yang interaktif dan dapat dimainkan secara beramai-ramai.
Dari sudut pandang riset industri kreatif, keberadaan studio gim analog seperti Pendopo Studio mempertegas bahwa industri gim tidak selalu melulu soal coding, pixel, atau optimasi tagihan token AI. Dasar dari sebuah gim yang solid tetap terletak pada game design, gameplay mechanics, dan kemampuan membangun interaksi sosial yang menyenangkan antar-pemain. Temuan ini beririsan erat dengan diskusi saya bersama Mas Ardhan dari Separuh Interactive pada 22 Juni 2026 lalu, di mana foundational knowledge tentang mekanisme dan logika pengalaman pemain (player experience) adalah pilar paling dasar yang tidak bisa digantikan begitu saja oleh otomatisasi.
Pengalaman merancang board game juga menuntut kedisiplinan iterasi dan pengujian (playtesting) yang ketat secara fisik. Tidak ada tombol pintas instan untuk mengetahui apakah sebuah aturan gim papan itu seimbang (balanced) atau tidak, selain dengan memainkannya langsung bersama manusia. Hal ini mempertegas catat kritis yang sempat diangkat para akademisi AMIKOM di hari yang sama, bahwa sentuhan pengujian manusiawi (humanity test) tetap menjadi benteng utama dalam menjaga bobot dan kualitas sebuah karya kreatif.
Kunjungan sore itu di Pendopo Studio ditutup dengan antusiasme dan inspirasi baru untuk laporan riset kolaborasi kami di BRIN. Keberagaman bentuk karya—mulai dari gim seluler, gim berbasis lokasi, hingga board game fisik—membuktikan betapa kaya dan beragamnya warna ekosistem kreatif yang tumbuh subur di Jogja. Kudos to Pendopo Studio for bringing interactive fun and culture to the tabletop!

Leave a Reply