Menyiapkan Calon Engine Industri Gim Sumatera: Catatan Diskusi di Polibatam

Setelah tiga hari berturut-turut membedah dapur studio gim lokal seperti 4Happy, Pocket Lite, dan Dreams Studio, giliran institusi pendidikan yang kami bedah. Pada Selasa sore, 7 Juli 2026, langkah riset saya bersama tim BRIN bergeser ke Kampus Politeknik Negeri Batam (Polibatam). Di sana, kami berdiskusi intens dengan Liony Lumombo, Kepala Program Studi D4 Teknologi Permainan (Game Technology). Obrolan ini menjadi kepingan yang sangat krusial, karena di sinilah muara dari mana talenta-talenta gim daerah ini ditempa.

Prodi Teknologi Permainan Polibatam ini punya posisi yang cukup istimewa—menjadi satu-satunya prodi gim di wilayah Sumatera. Dengan kombinasi 6 dosen tetap dan 1 laboran yang didominasi latar belakang praktisi, mereka mematok standar pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PBL). Mahasiswa tidak cuma disuruh menghafal teori; sejak semester pertama mereka sudah ditantang membidani board game, masuk ke tim multidisiplin, sampai diarahkan agar siap memegang peran project manager saat lulus nanti.

Satu hal yang paling bikin saya penasaran tentu saja adalah menyangkut kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di ruang kelas. Di tengah maraknya perdebatan soal AI di dunia akademis, Liony memaparkan posisi prodi yang sangat terukur: AI tidak diharamkan, tapi dibatasi ketat maksimal 20 persen dari keseluruhan proses karya. AI diperbolehkan sebatas alat bantu eksplorasi awal atau pembuat dummy asset agar mahasiswa tetap menguasai kompetensi dasar dan tidak menjadi “generasi instant” yang kehilangan ruh kreativitasnya.

Keterhubungan prodi ini dengan industri ekosistem lokal pun terasa sangat hidup. Selain menjadikan raksasa seperti Ubisoft Singapore sebagai rujukan standar, prodi ini aktif mengajukan proposal kolaborasi hingga berhasil meraih matching fund untuk proyek gim seperti Mahakarya dan Battle of Real bersama kawasan Nongsa. Ditambah lagi dengan fleksibilitas semester 7 yang mengonversi magang industri atau jalur technopreneurship sebesar 10 SKS, Polibatam tampak benar-benar paham bahwa cara terbaik mencetak SDM gim yang siap pakai adalah dengan melontarkan mereka langsung ke tengah dinamika industri.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *