Akhir-akhir ini saya merasa tidak ada hal yang bisa dibanggakan dari Bandung: Jalan macet, transportasi masal buruk, ormas, jukir liar, dan banyak hal lainnya. Tapi hal yang membuat saya bersyukur ya menjadi bobotoh. Itu juga yang membuat saya terhubung pada Bandung walau sudah tinggal jauh.
Padahal dulu saya enggan nonton Persib. Karena dulu biasanya ya viking itu anak-anak badung, biasanya temen-temen saya gabung juga ke XTC dan Brigez hehe.. Saya merasa sebagai anak pramuka dan kutu buku, kurang cocok pada circle itu. Baru sekitar tahun 2005, kelas satu SMA, saya tidak bisa bertahan lagi. Orang-orang ngobrolin Persib, striker yang ganas, Ekene Ikenwa. Akhirnya saya coba-coba nonton satu pertandingan, sampe keterusan selama 21 musim pada tahun ini.
Saya merasa ketika tinggal jauh, di Sydney dan kini di Jakarta, saya merasa memiliki hubungan kuat pada Bandung, hanya melalui Persib. Akhirnya saya akan mengajak anak kedua saya, Kembara, umur enam tahun, untuk menjadi Bobotoh walau tinggal dan besar di Ibu Kota hehe..
Momenya Pas, pertandingan terakhir melawan Persijap Jepara di tanggal 23 Mei 2026. Walau saya tidak dapat dapat tiket pertandaingan GBLA, akhirnya dengan susah payah saya dapat juga kesempatan nobar di CGV. Saya berangkat dari Depok pukul 11.30 dan tiba pukul 15.30.



















Kembara begitu semangat. Ia gak tahu benar tentang sepakbola. Ia malah sempat bertanya siapa pakai baju hitam — itu adalah wasit. Sayangnya pertandingan sedikit bosan, tanpa gol. Tapi Kembara kembali semangat ketika banyak orang berteriak ketika hampir gol dan puncaknya ketika pluit akhir ditiup – Persib Juara !
Sebenarnya ini pertama kali saya berada di Bandung ketika Persib Juara. Sayang sekali ketika SMA dan Kuliah (lulus di tahun 2013) saya tidak bisa merasakan juara di Bandung. Momen ini pertama kali buat saya dan juga Kembara.
Pertandingan usai, kami pulang ke Hotel di Dago. Dari Sukajadi ke Dago biasanya memakan waktu 30 menit, tapi kami menghabiskan waktu 2 jam. Orang-orang seperti keluar rumah dan menumpuk dijalanan. ada yang menyanyi, konvoi, ramai di tengah dan pinggir jalan. Kembara yang membuka jendela, sesekali berteriak “Juaraa… Juaraa”
Keesokan harinya Kembara sempat sepedahan sambil membeli bendera Persib. Sekitar pukul 9 WIB, saya gendong Kembara dari Bobobox Dago ke Simpang Merdeka. Kami datang tepat waktu ketika rombongan pemain dan official lewat. Kembara bilang “itu Thom Haye?”, saya jawab “Iya betul seperti ada di kaos Kem.”
Kami pulang berkemas, makan siang dan beli Hotwheels di Ciwalk lalu pulang.
Keesokan paginya di Hari Minggu teman-teman Kembara datang ke rumah. Kembara lalu bawa Benderanya sambil berteriak, “Persib Juara …. Persib Juaraa.” Iya satu bobotoh telah lahir.


Leave a Reply