Category: Blog
-

Kembali Menulis
Setelah hampir setengah tahun, akhirnya ku coba untuk menulis kembali di blog ini. Bukan karena malas menulis atau kehilangan api yang membara, tetapi memang akhir-akhir ini aku tersibukan dengan kelulusan, cari kerja, dan hal-hal lainya. Bahkan, hampir dua bulan blog ini hampir hilang karena tunggakan hosting yang sudah jatuh tempo. Kembali, aku memulai dari berbagai…
-

5 Februari 2013
Mungkin ini cerita akhir dari salah satu season cerita dalam hidupku. Cukup banyak cerita yang tidak aku tulis dan ceritakan selama empat tahun lebih, cukup panjang apabila aku menghitung berapa detik yang harus berdetak hingga akhirnya aku berdiri disini. Mulai dari Penghuni hutan Baroq yang masih tersisa beberapa saja di Jatinangor, termasuk salah satu yang…
-

Kurban Tanpa Sapi
“Di dieu mah jarang aya sapi, aya mereun lima taun sakali, domba gen paling dua-tilu an”* Ki Edi, salah satu sesepuh di Desa Binangun menyahut pertanyaanku tentang suasana kurban sore itu. Sore yang indah dengan suasana desa yang damai, warga yang ramah, begitu juga alam dan mataharinya seakan tersenyum pula melihat kami. Desa Binangun, sekitar…
-

Klasik
Untuk nafas terakhir yang kita hirup, atau kata terakhir yang kita ketik, yang disebut klasik. Ingatkah, ketika kamu membuka mata dipagi hari, dengan gigi berminyak dan bau tak sedap, kau telah meninggalkan malam yang klasik. Hey klasik, yang menumpuk ! terus menumpuk menjadi lembaran-lembaran hingga menjadi sebuah novel berkisah. Aku tahu, satu saat nanti lembarannya…
-

Bella, She is the Sun
Panggilanya Bella, gadis manis berkerudung cantik. Hidungnya agak bengkok, Matanya bulat. Kepala agak besar. Tetapi kita tahu, Tuhan maha adil. Itu adalah kombinasi terindah dimataku. Ribuan kata yang bisa menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakanya. Mungkin lebih, karena terlalu kompleks serta sulit untuk melihat residu. Itulah dia. Siapa kira kita bisa bertemu. Siapa sangka pula kita berjalan sejauh ini. Hampir empat…
-

Kopi dan Teh
Meja bundar berdiri kokoh bertulangkan rotan dan berlapis kulit dengan cat kusam. Beberapa sudut meja itu dihiasi cat putih dengan kelupasan-kelupasan yang tak teratur. Wajar saja, setengah abad lebih meja itu ada bahkan berdiri kokoh di tempat yang sama, tanpa ada yang berani memindahkanya seinci pun. Bila Tuhan memberikan nyawa dan mulut untuk meja itu,…
-

Bioskop Pusaka: Sebuah Legenda
Pertengahan tahun 2000, Kota Ciamis yang terasa sangat manis dengan semua aktifitas rekreasi masyarakat berada pada alun-alun raflesia. Delman kambing, layang-layang mini, jajanan tradisional, sangat rapi dan teratur. Nyaris tidak ada sampah ataupun pengemis di sana. Tidak seperti Kota Bandung, alun-alun dan gedung-geduga menjadi aset paling berharga bagi ciamis. Budaya lokal yang kuat, pasar tradisional, masyarakat yang ramah. Itulah kesanku…
-

Hutan Baroq
Kami adalah segerombolan hewan yang sedang mencari jalan di dalam hutan. Wan-wan si orang utan adalah adalah hewan yang paling pandai membuat strategi di antara kami, pandai bicara namun selalu kalah dengan ‘tidur’. Untung saja ada Sali si cheetah dan ganoa si tulang ikan yang selalu membangunkanya. Dalam mencari jalan keluar Ibu dan Bapak Bebek…
-

Jalur Sepeda 2 Miliar
Pertama kali melihat jalur sepeda di Bandung merupakan hal yang mengejutkan bagiku. mengapa tidak, Bandung mempunyai jalan yang tidak lebar bahkan di jalan protokol pun karena kecilnya sering dijadikan satu arah. Inisiatif positif dari Pemkot Kota Bandung untuk menahan polusi dan kemacetan dengan menyediakan jalur sepeda bagi warga Kota. Dengan adanya fasilitas masyarakat tentu terbiasa…
-

Wajah Asli Jatinangor
Ini bukanlah sebuah kota, tetapi layaknya bisa disebut sebuah kota. Apatermen danIn De Kost menjulang tinggi di Kecamatan ini. dua jalur jalan yang dipunyai kecamatan ini, yang tidak lebih dari tiga kilometer, dipenuhi oleh kafe danminimart. Setiap sudut jalan dipenuhi oleh mahasiswa, dari tiga perguruan tinggi besar di Indonesia, dengan segala aktifitasnya. Seperti, dari sudut di depan minimart…
