Category: Blog

  • Risau Kokom

    Risau Kokom

    Aku melihat kokom begitu tak berhasrat. Terlebih setelah Ryan keluar dari sini tanpa pemberitahuan dan Nindy yang tiba-tiba sakit.  Aku bisa melihat dari caranya berbicara di siang ini, niscaya hanya kami berdua yang bisa menyempatkan makan siang diluar.   Seperti biasa topik yang lontarkan pertama kali adalah tentang pekerjaan, memang kami semua merasakan kejanggalan disini terutama…

  • Ratu Atut mulai Takut

    Ratu Atut mulai Takut

    Ratu Atut mulai takut.  Kerajaaanya mulai diserang.  Takut. Takut. Ratu Atut takut.  Rakyatnya tak ikut membantu.  Karena mereka didzalimi. Disembelih untuk dibuat satai.  Takut. Takut. Ratu Atut takut  Anak si pendekar kini tinggal bui.  Makan sisa sisa kue yang tersisa.  Disembunyikan. Biar tak dimakan tikus got.  Takut. Takut. Ratu Atut takut  Rakyat mulai menari. Genderang kendang mulai dipukul. Kastil sudah akan runtuh. Obor-obor sudah dibakar.  Matahari…

  • Prajurit di Pohon Jati

    Prajurit di Pohon Jati

    Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantaranya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak.Summa, anak sekolah menengah pertama yang tidak tahan kalau tertawa.Adit punya lemak diperutnya, dia enggan membaginya.Ari yang lupa dengan suaranya sendiri, karena jarang bicara.Fandi, yang kekar dan dicurigai Adit sebagai homo karena ia rupawan.Riski, yang artinya dalam bahasa indonesia:risikoi.Lia, punya ikat rambut hipnotis di…

  • Menipu Kedelai

    Menipu Kedelai

    Pria paruh baya turun dari mobil mewah.Wajahnya bijaksana. Sangat pandai bicara tentang kesejahteraan dan persatuan.Percayalah tentang kesejahteraan karena ia memang sejahtera.Pakaianya mewah dan mahal. Itulah sejahtera. Percaya juga tentang persatuan karena ia memang bersatu.Bersatu dengan partai-partai dan koloni-koloninya. Untuk uang, untuk singgasana. Pria itu menggunakan rompi oranye, bertuliskan : Tahanan KPK.Rompinya murah, tapi dalamnya tetap…

  • Begitu Menggantung di Awan

    Begitu Menggantung di Awan

    Begitu menggantung di awan, hujan terjun bebas. Menari, menyanyi, bersinergi dengan berton-ton air yang jatuh ulah gravitasi. Memandikan manusia ataupun bukan. Benda yang bergerak ataupun bukan. Orang berduit ataupun bukan. Orang yang lapar ataupun bukan. Tak peduli apa maupun siapa. Kerap menjadi Jendral untuk menyerang Ibukota. Kerap menjadi Pahlawan untuk kebun yang kehausan. Terkadang dengki,…

  • Pohon Jati

    Pohon Jati

    Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantarainya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak. Summa, anak sekolah menengah pertama yang tidak tahan kalau tertawa. Adit punya lemak diperutnya, dia enggan membaginya. Ari yang lupa dengan suaranya sendiri, karena jarang bicara. Fandi, yang kekar dan dicurigai Adit sebagai homo karena ia rupawan. Riski, yang artinya dalam bahasa Indonesia:…

  • Tumini

    Tumini

    Perempuan-perempuan berkebaya lusuh tanpa alas kaki berada dalam kegelapan. Wajahnya yang kusam tanpa gincu diselimuti sinar bulan yang meratap. Mereka  menari-nari diantara cahaya remang obor-obor kecil, membuat payudara ‘tanpa entrok’ mereka berayun-ayun. Diiringi gamelam, mendayu-dayu gemulai, yang menjadi latar keheningan hutan belantara, mereka menari dan menari seperti menggila hingga larut. “Ayo lanjutkan, mari lanjutkan,” seorang…

  • Strategi Masa Depan Blackberry

    Strategi Masa Depan Blackberry

    Dewasa ini, kemajuan teknologi sangat berkembang pesat.  Pelaku bisnis yang berkecimpung di dalamnya pun harus berpikir keras untuk berinovasi dalam mengikuti perubahan tersebut. Salah satunya adalah Blackberry, dengan aplikasi unggulannya Blackberry Messenger (BBM), yang sedang berupaya keras untuk mengembalikan pasar mereka yang hilang beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebab Blackberry kehilangan pasar mereka karena kompetitor…

  • Dari Kamar Isal

    Dari Kamar Isal

    Ada kabar baik dari kamar Isal. Tidur ternyata sangat sulit. Jadi aku hanya terdiam menatap gelap. Lama sekali. Sampai pukul tiga. Bukan tiga sore tentunya. Kepalaku kembali berputar. Tentang banyak hal. Teman, Keluarga, Negara, tidak lupa tentang diriku sendiri. Juga kamar Isal yang harganya satu setengah juta setiap bulanya. Kamarku satu pertiganya. Kamar Isal bebas,…

  • Head Slices II : Norman

    Head Slices II : Norman

    Johnny             : Hai Karl kau ingat kejadian kemarin? Karl                   : Ya…. ya.. aku ingat (sambil tertawa cekikikan) Johnny             : Kukira kau sudah lupa karena terlalu mabuk. Sungguh lucu ia tidur tanpa kepala (tertawa melengking) Karl                   : Dan apa hal yang lebih lucu ? Kau menggaulinya, si wanita tanpa kepala. Johnny             : Ya.. Ya.. iya benar. …